Entri Populer

Rabu, 30 November 2011

puisi 4

31. lobang yang menggana di hati itu/kapan akan terobati/ataukah akan menutup sendiri

32. deras hujanlah yang mengingatkanku/pada lebat rambut/halus wajah/tatapan mata hitam/dan panjangnya lentik mata itu/deras hujanlah yang menggambarmu/menatap sendu ke ujung laut/

33. kalianlah darah di kota ini/dan jika kalian marah/jangan pernah membuatnya jadi parah/sebab sama2 kita akan merasakan payah/walau terkadang ku kutuk

34. rindu merambat lambat di kabel-kabel syaraf

35. bacakan aku jampi-jampi/dari kepala kekaki/untuk menenangkan hati/sebab dia ingin menjatihkan diri ke jurang/dan berjanji tidak akan pulang/bacakan aku jampi/dari kepala ke kaki/di hati berhentilah sebentar/tolong tengok apa dia gemetar/bacakan aku jampi/doa penguat hati/

36. seperti mawar mekar dan berduri/begitulah kita memulai segalanya berdua/layaknya mawar yang menua dan layu pada akhirnya/kita juga mengalami dehidrasi kepercayaan/serta saling mengumumkan perpisahan/

37. mungkin memang salah alamat/sebab dia ku titip dulu/setelah lama menanti/dan mungkin saja nantinya tidak akan sampai padamu/sedang dalam hati aku berharap hatiku yang sampai disana/

38. di paket itu/nanti kan ku lampirkan sekuntum bunga mawar palsu/satu cd penuh lagu cinta/dan secarik kertas/mudah-mudahan saja aku tak mengirim kesalah orang/sebab aku baru belajar mengeja nama dan alamatmu/

39. jangan pernah menampar rembulan/sebab suatu saat kau akan datang dengan rindu mendekam/

40. perang hati datang di kelam/rindu siapa yang datang dengan hitam/







Tidak ada komentar:

Posting Komentar